Showing posts with label Kepariwisataan. Show all posts
Showing posts with label Kepariwisataan. Show all posts

Dasar Pengertian Pariwisata

PARIWISATA

Suatu proses kepergian sementara dari seseorang atau lebih menuju tempat lain diluar tempat tinggalnya. Dorongan kepergian: kepentingan politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, agama, kesehatan, maupun hal lain seperti karena sekedar ingin tahu, menambah pengalaman ataupun untuk belajar. Pariwisata = Perjalanan Wisata.
WISATAWAN (TOURIST)
Seseorang atau kelompok orang yang melakukan suatu perjalanan wisata, jika lama tinggalnya sekurang-kurangnya 24 jam di daerah atau negara yang dikunjungi. Pesiar (leasure), untuk keperluan rekreasi, liburan, kesehatan, studi, keagamaan dan olah raga. Hubungan Dagang, sanak saudara, handai taulan, konferensi, misi, dan sebagainya. Kurang dari 24 jam disebut pelancong (excursionist). IUOTO (The International Union of Official Travel Organization) menggunakan batasan mengenai wisatawan secara umum. Pengunjung (visitor), yaitu setiap orang yang datang ke suatu negara atau tempat tinggal lain dan biasanya dengan maksud apapun kecuali untuk melakukan pekerjaan yang menerima upah.
Download file lengkapnya: Dasar Pengertian Pariwisata.doc

Transferabilitas Kepariwisataan

Transferabilitas di sini ialah “kemudahan untuk bergerak dari daerah yang satu ke daerah yang lain”. Tanpa adanya kemudahan transderabilitas tidak akan ada pariwisata. Adapun faktor-faktor yang memunkinkan adanya tranferabilitas itu ialah:

  1. Konektivitas antara daerah yang satu dengan daerah yang lain
  2. Tidak adanya penghalang yang merintangi adanya transferabilitas antardaerah
  3. Tersedianya sarana angkutan daerah.
1. Konektivitas Antardaerah
Yang dimaksud dengan konektivitas antardaerah itu ialah “adanya hubungan antardaerah”. Konektivitas atau hubungan antardaerah itu ada hubungannya dengan determinan perjalanan wisata yang pertama, yaitu komplementaritas antara motif perjalanan dan atraksi wisata. Kalau di daerah yang satu terdapat orang-orang yang mempunyai motif wisata, sedang di daerah lain terdapat atraksi wisata, maka ada kemungkinan orang akan mengadakan perjalanan ke daerah di mana atraksi wisata itu berada. Ini berarti ada konektivitas dengan komplementaritas antar daerah. Konektivitas itu dapat berupa:
  • Konektivitas fisik,
  • Konektivitas sejarah (historis),
  • Konektivitas kebudayaan, dan
  • Konektivitas ekonomi.
Konektivitas Fisik.
Dalam konektivitas fisik, daerah yang satu berbatasan dengan daerah yang lain tanpa ada penghalang. Seperti antara Jawa Tengah dan Jawa Barat atau Austria dan Italia.
Download File Lengkapnya:Transferabilitas Kepariwisataan.doc

 
 
 
 
Copyright © artikel39